11:48 WIB - Polsek Batang Cenaku Laksanakan Bakti Sosial 15:50 WIB - Kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019 di Polres Kampar 14:12 WIB - Polsek Kemuning Bersama Bhayangkari Berbagi Kepada Warga Kurang Mampu 12:19 WIB - Dengar Tangis Bayi dari Depan Rumah, Temukan Bayi Perempuan Dalam Tas Plastik 12:06 WIB - Diduga Dipakai Balap Liar, Tim K2YD Polsek Mandau Sita 7 Sepeda Motor 12:03 WIB - Buang Sabu-sabu ke Lantai, Polisi Tangkap Dua PEMUDA di Pelalawan Riau
 
Dalam Upaya Penyelamatan, Dua Anak Buaya Sinyulong Mati
Reskrim Sus | Kamis, 31-05-2018 - 10:56:25 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • Dalam Upaya Penyelamatan, Dua Anak Buaya Sinyulong Mati
  •  

    tribratanewsriau.com. Upaya penyelamatan yang dilakukan Polda Riau serta BBKSDA Riau berhasil mengamankan puluhan satwa liar dari tangan masyarakat, diantaranya adalah buaya sinyulong.

    Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita bertuahpos com, Kabid Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, M Mahfud mengatakan, dari 5 ekor buaya sinyulong yang berhasil diamankan, 2 ekor diantaranya mati dalam perjalanan.

    Kematian 2 ekor buaya tersebut terjadi akibat ukurannya yang masih sangat kecil, sehingga kondisi fisiknya tidak kuat.

    "Kita juga berhasil mengamanakan 5 ekor buaya sinyulong, yang merupakan salah satu satwa yang dilindungi. Namun karena masih berusia kecil, 2 ekor mati dalam perjalanan," kata Mahfud saat mendampingi Wakapolda Riau Brigjen Pol Permadi melakukan konferensi pers di Ditreskrimsus siang tadi, Rabu 30 Mei 2018.

    Seperti diberitakan sbelumnya, dalam Operasi Tanaman dan Satwa Liar (TSL), Polda Riau serta BBKSDA telah berhasil mengamanakan sekitar 44 satwa dilindungi.

    "Yang berhasil kita amankan adalah rusa sambar 3 ekor, elang brontok 2 ekor, kucing hutan 1 ekor, beruang madu 2 ekor, owa 6 ekor, siamang 1 ekor, buaya sinyulong 5 ekor, kura-kura 4 ekor, labi-labi 5 ekor, kera ekor panjang 1 ekor, kukang 1 ekor, lutung kuning 1 ekor," papar Mahfud," katanya.

    Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian tidak melakukan tindakan hukum kepada setiap pemilik satwa dilindungi tersebut. 

    "Untuk kasus ini, karena ini adalah sel terakhir, pada orang yang memiliki dan beritikat baik, maka kita melakukan edukasi untuk memotivasi mengembalikan satwa-satwa liar ini kepada habitatnya melalui BKSDA," kata Wakapolda Riau Brigjen Pol Permadi.



     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Polsek Batang Cenaku Laksanakan Bakti Sosial
  • Humaniora
    Kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019 di Polres Kampar
  • Humaniora
    Polsek Kemuning Bersama Bhayangkari Berbagi Kepada Warga Kurang Mampu
  • Reskrim Um
    Dengar Tangis Bayi dari Depan Rumah, Temukan Bayi Perempuan Dalam Tas Plastik
  • Lantas
    Diduga Dipakai Balap Liar, Tim K2YD Polsek Mandau Sita 7 Sepeda Motor
  • Res Narkoba
    Buang Sabu-sabu ke Lantai, Polisi Tangkap Dua PEMUDA di Pelalawan Riau
  • Reskrim Um
    Polres Pelalawan Riau Tetapkan Kades Sering Jadi Tersangka, Diduga Lakukan Pemerasan dalam Jabatan
  • Reskrim Um
    Pencurian di Rumah Makan di Dumai Riau, Pemilik Temukan Kondisi Ruangan Berantakan
  • Lantas
    Benturan dengan Truk Aspal di Bundaran Pengendara Sepeda Motor Tewas
  • Humaniora
    Kapolresta Pekanbaru Pimpin Langsung Pengamanan Unjuk Rasa Curva Nord
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Rabu, 26-Juni-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved