22:05 WIB - Bersentuhan dengan Kabel SUTET , 4 Warga Dumai Kesetrum Listrik 21:58 WIB - Bripka Ridho Warsika, Wakili Polres Inhil Lomba Bhabinkamtibmas di Polda Riau 21:48 WIB - Jelang Pencoblosan, Akun Medsos Peserta Pilkada Wajib Tutup 21:39 WIB - Polda Riau, Bawaslu Dan Panwas Bentuk Satgas Money Politic 21:26 WIB - Polres Pelelawan Kawal Distribusi Logistik Pemilu 20:57 WIB - Kapolres Bengkalis Pantau Pengiriman Logistik Pilgubri
 
Polisi Sidik Dugaan Kasus Korupsi di RSUD Arifin Achmad
Reskrim Sus | Rabu, 28-02-2018 - 23:05:58 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • Polisi Sidik Dugaan Kasus Korupsi di RSUD Arifin Achmad
  •  

    Tribratanewsriau.com. Penyidik Polresta Pekanbaru terus merampungkan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD Arifin Achmad (AA) Pekanbaru. Sejumlah saksi diyakini telah menjalani proses pemeriksaan termasuk saksi ahli dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau.
     
    Adanya penyidikan perkara yang ditandai dengan penetapan lima orang tersangka ini diketahui dari adanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Adapun para tersangka tersebut, yakni Mukhlis dan Yuni Elvita dari dari rekanan CV Prima Mustika Raya (PMR). Penetapan keduanya sebagai tersangka berdasarkan SPDP tertanggal 4 Januari 2018.
     
    Tiga hari setelahnya, Korps Adhyaksa Pekanbaru itu kembali menerima tambahan SPDP untuk tiga tersangka lainnya. Mereka adalah dokter di RSUD AA Pekanbaru yang diduga melakukan pembelian alkes ke perusahaan lain selain rekanan yang ditunjuk. Ketiga dokter itu, yakni dr Welli Zulfikar, dr Kuswan Ambar Pamungkas, dan dr Masrial.
     
    Pasca penetapan tersangka tersebut, Penyidik kemudian melakukan proses penyidikan mendalam. "Masih berjalan. Kini dalam proses penyidikan," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Selasa (27/2/2018).
     
    Saat ditanyakan mengenai perkembangan penyidikan, Guntur menyebut Penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru terus berupaya mengumpulkan alat bukti dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk saksi ahli dari BPKP Perwakilan Riau guna mengetahui besaran kerugian negara. "Saksi-saksi telah diperiksa, termasuk saksi ahli sudah dirampungkan," imbuh mantan Kapolres Pelalawan itu.
     
    Guntur menambahkan, jika proses pemberkasan telah rampung, Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Peneliti untuk mengetahui apakah berkas perkara dinyatakan lengkap atau masih ada kekurangan. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa tahap I (pelimpahan berkas ke Jaksa)," pungkas Guntur. 
     
    Untuk diketahui, pagu anggaran pengadaan alkes di RSUD AA Pekanbaru Tahun Anggaran 2012/2013 mencapai Rp5 miliar. Sementara yang diusut Penyidik Polresta Pekanbaru adalah kerjasama yang dijalin pihak rumah sakit dengan rekanan CV PMR.
     
    Penyidik mendapati pengadaan alkes tersebut tidak sesuai prosedur. Pihak rumah sakit menggunakan nama rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp1,5 miliar.
     
    Namun dalam prosesnya, justru pihak dokterlah yang membeli langsung alat-alat tersebut kepada distributor melalui PT Orion Tama, PT Pro-Health dan PT Atra Widya Agung, bukan kepada rekanan CV PMR.
     
    Nama CV PMR diketahui hanya digunakan untuk proses pencairan, dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar lima persen dari nilai kegiatan.
     
    Atas perbuatan para tersangka, menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp420.205.222. Angka ini berdasarkan hasil audit yang dilakukan BPKP Riau.
     
    Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
    Sumber : Kantor Berita Riaumandiri




     
    Berita Lainnya :
  • BinKam
    Bersentuhan dengan Kabel SUTET , 4 Warga Dumai Kesetrum Listrik
  • Binmas
    Bripka Ridho Warsika, Wakili Polres Inhil Lomba Bhabinkamtibmas di Polda Riau
  • Giat Ops
    Jelang Pencoblosan, Akun Medsos Peserta Pilkada Wajib Tutup
  • Giat Ops
    Polda Riau, Bawaslu Dan Panwas Bentuk Satgas Money Politic
  • Giat Ops
    Polres Pelelawan Kawal Distribusi Logistik Pemilu
  • Giat Ops
    Kapolres Bengkalis Pantau Pengiriman Logistik Pilgubri
  • Reskrim
    Gelapkan Sepeda Motor Milik Temannya, Seorang Remaja Diamankan Polsek Bukit Raya
  • BinKam
    Antisipasi Kecurangan Pada Pilgubri 2018, Satgas Money Politik di Riau Resmi Dikerahkan
  • Humaniora
    Bersama Instansi Terkait, Kapolda Riau Kunjungi Warung Pengawasan di Kec. Senapelan
  • BinKam
    Kapolda Riau Laksanakan Patroli Pengawasan Pengaduan Money Politik
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Sat Narkoba Polres Inhil Ringkus Pengedar Sabu Di Pelabuhan Pelindo Tembilahan
    2 Sat Narkoba Polres Bengkalis Amankan 3 Pengedar Sabu di Mandau
    3 Polsek Kelayang Inhu Antisipasi Kecelakaan Lalul Lintas
    Pasang Spanduk Himbauan Rawan Lakalantas
    4 Brimob Amankan Sepucuk Senjata Api Laras Panjang
    5 Tekad Mulia Sang Brigadir Polda Riau
    6 Polres Meranti Berhasil Tangkap Sabu 30 Gram Siap Edar
    7 Kapolda Riau Tegas Pecat 15 Orang Personilnya
    8 Polres Kuansing Berhasil Tangkap Pelaku Curas
    9 Tim Opsnal Polsek Bangko Amankan Bandar Sabu
    10 Polda Riau Melaksanakan Pelatihan Kompetensi Identifikasi Reskrim Dengan JICA
     
     
    Senin, 25-Juni-2018 | Jam Digital
    © 2015 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved
    replica handbags replica watches uk