BERITA PILIHAN Kamis, 30 Januari 2020 | Jam Digital
15:42 WIB - Kapolres Kampar Berikan Bantuan untuk Ponpes yang Terbakar di Desa Bandur Picak 09:46 WIB - Hampir 3 Tahun Kabur Dari Lapas, Narapidana Kasus Narkoba Diringkus Tim Bravo Polda Riau 09:40 WIB - Menjadi Irup Upacara, Personil Binmas Polda Riau Berikan Wawasan Kepada Santri Ponpes Miftahul Huda 09:17 WIB - Niat Menagih Utang, Herman Tewas Dihujam Tombak 09:11 WIB - Cabuli Bocah SD, Pak Uwo Ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polresta Pekanbaru 09:02 WIB - Sat Reskrim Polres Inhil Ungkap Kasus Pengeroyokan di Jalan Swarna Bumi Tembilahan
 
Terkait Pelarian Satriandi: Polda Riau Selidiki Dugaan Keterlibatan Orang Dekatnya
Reskrim Um | Rabu, 24-07-2019 - 17:48:26 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • Terkait Pelarian Satriandi: Polda Riau Selidiki Dugaan Keterlibatan Orang Dekatnya
  •  

    tribrataewsriau.com Kaburnya Satriandi dari Lapas Kelas IIA Pekanbaru November 2017 lalu masih menyisakan misteri. Bahkan, Polda Riau masih terus menyelidiki dugaan adanya keterlibatan petugas Lapas dalam perkara tersebut.

    Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita koranMX bahwa pada 9 November 2017 lalu, Satriandi divonis 12 tahun kurungan dan resmi berstatus narapidana dalam kasus pembunuhan berencana menggunakan senjata api.

    Beberapa hari ditahan, tersangka Narkoba yang pernah melompat dari lantai delapan Hotel Ayaduta saat akan ditangkap itu kabur sambil menodongkan pistol revolver ke Sipir Lapas. Dia kabur tanpa halangan dan telah ada yang menunggunya di luar Lapas untuk melanjutkan pelariannya.

    Terkait hal ini pula, Polda Riau memasukan dugaan adanya oknum atau pihak–pihak yang terlibat membantu proses pelarian tersebut. Termasuk dugan oknum petugas Lapas, seperti yang disampaikan Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo MM dalam konferensi pers, Selasa (23/7) kemarin.

    "Kaitannya dengan itu, kami masih lakukan lidik mendalam. Dia tidak mungkin melakukan perorangan. Kami masih terus melakukan pengembangan," kata Widodo.

    Polda Riau dalam penyelidikan mendalamnya akan mereview ulang dari awal kaburnya Satriandi dari Lapas. Namun, kepolisian tidak langsung menuding ada pihak Lapas yang terlibat.

    "Iya, itu indikasi baru yang akan saya tindak lanjuti. Tetapi saya tidak mengatakan apakah itu dibantu petugas LP atau tidak. Tetapi akan dilakukan lidik kembali," tegasnya.

    Menanggapi hal ini, Kalapas Kelas II A Pekanbaru Yulius Sahruza saat dikonfirmasi koranmx.com, Rabu (24/7/2019) siang memastikan tidak ada pihaknya yang terlibat.

    "Itu tidak ada. Malah kita dirugikan. Petugas kita juga syok saat ditodong waktu itu dan dari senjata yang digunakan menodong petugas kemarin dari benda yang saya lihat, ditemukan dalam penangkapan kemarin percis seperti senjata yang digunakan saat kabur. Revolver warna perak, silver itu," katanya.

    Yulius menegaskan keyakinannya atas tidak ada pihaknya yang terlibat atau bekerja sama saat kaburnya Satriandi itu. Karena dari kejadian tersebut, Sipir atau petugas Lapas yang bertugas diproses dalam sidang etik dan ada sanksi yang diberikan.

    "Kita lakukan proses. Kita laksanakan kode etik dan petugas yang dinas saat itu ada sanksi yang kita putuskan atas kesalahannya," tambahnya.

    Pasca penangkapan, Yulius memastikan, bahwa pelaku yang ditembak mati kepolisian tersebut memang benar merupakan narapidana atas nama Satriandi.

    "Setelah kita tanyakan kepada dokternya, bahwa ada kepastian bahwa itu adalah Satriandi, salah seorang narapidana Lapas II A Pekanbaru yang lari bulan November 2017 lalu, yang menodong anggota kita dengan senjata," kata Kalapas.

    Status Satriandi sudah putus dalam kasus pembunuhan dengan vonis 12 tahun penjara. Yulius menambahkan, pihaknya selanjutnya akan melaporkan ke Kanwil Hukum dan HAM Riau atas keberadaan napi atas nama Satriandi tersebut.

    "Dari Kanwil nanti dilanjutkan ke Jakarta (Kemenkum HAM), bahwa pencarian yang bersangkutan sudah ditangkap walaupun dengan kondisi tewas karena upaya paksa dari pihak kepolisian," ujarnya.

    Yulius mengapresiasi tindakan tegas dan akurat yang dilakukan kepolisian dalam hal penangkapan yang terjadi, Selasa (23/7) pagi kemarin itu. Selanjutnya, Yulius menjelaskan, mengenai proses hukum Satriandi dinyatakan gugur demi hukum.

    "Perkara dia selanjutnya tidak dilanjutkan. Iya, gugur demi hukum," pungkas Kalapas.



     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Kapolres Kampar Berikan Bantuan untuk Ponpes yang Terbakar di Desa Bandur Picak
  • Res Narkoba
    Hampir 3 Tahun Kabur Dari Lapas, Narapidana Kasus Narkoba Diringkus Tim Bravo Polda Riau
  • Binmas
    Menjadi Irup Upacara, Personil Binmas Polda Riau Berikan Wawasan Kepada Santri Ponpes Miftahul Huda
  • Reskrim
    Niat Menagih Utang, Herman Tewas Dihujam Tombak
  • Reskrim
    Cabuli Bocah SD, Pak Uwo Ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polresta Pekanbaru
  • Reskrim
    Sat Reskrim Polres Inhil Ungkap Kasus Pengeroyokan di Jalan Swarna Bumi Tembilahan
  • Reskrim
    Aparat Gerebek Warung di Kampar, Tiga Pelaku Judi Gelper Terciduk
  • Reskrim
    Bakar Lahan untuk Menanam Padi, Dua Petani Desa Pematang Obo, Bengkalis Ditangkap Polisi
  • BinKam
    Siaga Karhutla, Upika Kecamatan Rimba Melintang Siapkan Posko
  • Mitra Polisi
    Polres Inhil Terima Bantuan Alat Pemadam Karhutla dari PT.THIP
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved